Groundwater Climate Change Vulnerability Assessment (GW-CCVA)
Perubahan iklim semakin memberikan tekanan besar terhadap sumber daya air, khususnya air tanah yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat dan ekosistem. Menyadari urgensi tersebut, USAID bersama para mitra strategis meluncurkan kajian Groundwater Climate Change Vulnerability Assessment (GW-CCVA) di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama di Jawa Timur, yaitu Masangan, Welang, dan Rejoso.
Kajian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memahami secara komprehensif bagaimana perubahan iklim memengaruhi ketersediaan, keberlanjutan, dan ketahanan air tanah di tingkat regional.
Air Tanah di Tengah Tantangan Perubahan Iklim
Air tanah memiliki peran vital dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi rumah tangga, pertanian, industri, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serta kejadian iklim ekstrem menyebabkan tekanan serius terhadap sistem air tanah, baik dari sisi pengisian ulang (recharge) maupun pemanfaatannya.
Melalui GW-CCVA, kajian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan air tanah terhadap dampak perubahan iklim, termasuk risiko penurunan muka air tanah, degradasi kualitas air, dan berkurangnya daya dukung ekosistem.
Pendekatan Ilmiah dan Berbasis Data
Kajian GW-CCVA dilaksanakan dengan pendekatan berbasis data ilmiah dan analisis spasial, mengintegrasikan informasi hidrologi, iklim, kondisi geologi, serta tekanan pemanfaatan air tanah. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan area yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim secara lebih akurat dan terukur.
Hasil kajian di DAS Masangan, Welang, dan Rejoso memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi air tanah saat ini sekaligus proyeksi risiko di masa depan. Data tersebut menjadi dasar penting bagi penyusunan strategi adaptasi dan pengelolaan air tanah yang berkelanjutan.
Mendukung Ketahanan Air dan Kebijakan Berbasis Bukti
Lebih dari sekadar kajian teknis, GW-CCVA berfungsi sebagai alat pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Temuan kajian ini diharapkan dapat mendorong penguatan tata kelola air tanah, perencanaan adaptasi perubahan iklim, serta perlindungan sumber daya air secara terpadu.
Dengan memahami kerentanan air tanah sejak dini, langkah-langkah mitigasi dan adaptasi dapat dirancang secara lebih tepat, efektif, dan berorientasi jangka panjang.
Menuju Pengelolaan Air Tanah yang Berkelanjutan
Pelaksanaan Groundwater Climate Change Vulnerability Assessment (GW-CCVA) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui sinergi antara USAID dan para mitra strategis, kajian ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan air tanah demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem di Jawa Timur.
Air tanah bukan hanya sumber daya, tetapi juga penopang kehidupan yang harus dikelola secara bijak agar tetap tersedia bagi generasi mendatang.
