Baseline Landscape Mapping Kawasan Rehabilitasi Hutan dan Lahan PT Pertamina
Upaya rehabilitasi hutan dan lahan memerlukan perencanaan yang matang, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, PT Pertamina (Persero) bersama PT Surveyor Indonesia melaksanakan kegiatan Baseline Landscape Mapping menggunakan teknologi drone pada kawasan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Desa Karangharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan pemetaan drone tahap awal ini menjadi fondasi penting dalam proses perencanaan rehabilitasi, dengan tujuan memperoleh gambaran kondisi eksisting lanskap secara komprehensif, akurat, dan terukur.
Pemetaan Awal sebagai Dasar Perencanaan Rehabilitasi
Baseline landscape mapping dilakukan untuk memahami kondisi awal kawasan sebelum dilakukan intervensi rehabilitasi. Melalui pemetaan udara beresolusi tinggi, tim dapat mengidentifikasi berbagai aspek penting lanskap, antara lain:
Tutupan dan penggunaan lahan
Kondisi topografi dan kemiringan lahan
Pola aliran air dan drainase alami
Indikasi degradasi lahan dan area kritis
Informasi ini menjadi data rona awal (baseline) yang sangat krusial dalam penyusunan strategi rehabilitasi hutan dan lahan yang efektif serta berkelanjutan. Dengan pemahaman kondisi lapangan yang menyeluruh, setiap langkah rehabilitasi dapat dirancang secara tepat sasaran dan adaptif terhadap karakteristik wilayah.
Pendekatan Berbasis Data Spasial Resolusi Tinggi
Kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan PT Surveyor Indonesia mengedepankan pendekatan berbasis data spasial resolusi tinggi. Teknologi drone memungkinkan pengambilan data secara detail, cepat, dan presisi, sekaligus meminimalkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Pendekatan ini memastikan bahwa proses rehabilitasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar didasarkan pada kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, intervensi yang dilakukan mampu menjawab tantangan ekologis secara ilmiah dan berkelanjutan.
Menuju Pemulihan Ekosistem yang Berkelanjutan
Dari udara, lanskap kawasan rehabilitasi dibaca dan dianalisis secara ilmiah sebagai langkah awal menuju pemulihan ekosistem yang berkelanjutan. Data baseline ini tidak hanya berfungsi untuk tahap perencanaan, tetapi juga menjadi acuan evaluasi dan monitoring keberhasilan rehabilitasi di masa mendatang.
Melalui kegiatan baseline landscape mapping ini, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, kolaboratif, dan berbasis sains—sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta kontribusi nyata bagi pelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
